HIDUP DI ASRAMA
Sebagian
orang mungkin berpikir bahwa tinggal diasrama sangat menyenangkan. Mengenal
teman-teman baru. Tetapi ada pula sebagian orang berpikir bahwa tinggal
diasrama itu itu susah. Jauh dari orang tua,jauh dari keluarga.
Tetapi,
menurutku tinggal diasrama itu menyenangkan sekaligus menyedihkan. Kedua
perasaan itu akan muncul dan selalu ada selama masih tinggal diasrama.
Dulu,
ketika aku masih duduk dibangku SMP, aku mengira kalau hidup diasrama itu
menyenangkan,karena melihat teman-teman sekelas yang tinggal diasrama selalu
ceria dan heboh. Apabila mereka bercerita bahwa hidup diasrama itu susah,aku
tidak terlalu yakin dan menganggap hal itu sebenarnya tidak terlalu susah
karena melihat mereka selalu ceria.
Melihat
hal itu,aku dan adikku sepakat untuk menlanjutkan SMA keSingkawang dan tinggal
diasrama. Orang tua kami memberi kebebasan kepada kami untuk memilih
melanjutkan SMA keSingkawang. Mereka setuju dan setelah ujian nasional,kami
pergi keSingkawang untuk daftar sekolah dan asrama. Selain aku dan
adikku,beberapa orang kawanku juga ikut mendaftar sekolah disana.
Hari
berganti hari,bulanpun ikut berganti. Tak terasa hari ini aku harus pergi
keasrama dan tinggal untuk sementara disana selama aku bersekolah diSingkawang.
Pagi-pagi sekali, kami sudah berangkat dari rumah karena jarak yang jauh.
Diperjalan, tiba-tiba saja aku berpikir tentang bagaimana bila aku tinggal
disana. Jauh dari orang tua,jauh dari keluarga dan teman-teman. Bagaimana
rasanya? Dari kecil, aku tidak pernah merasakan hidup jauh dari orang tua dan
keluargaku. Bagaimana rasanya bila jauh dari orang tua dan keluargaku.
Bagaimana rasanya bila jauh dari mereka?
Tak terasa, kami sudah
memasuki gerbang asrama. Aku dan keluarga turun dari mobil dan berjalan
memasuki asrama. Disana berdiri seorang suster pembina asrama,dia memberitahu
dimana letak dan nomor lemari pakaian aku dan adikku. Setelah mendapat lemari,
aku dan ibuku menyusun pakaianku. Pakaian yang kubawa tidak begitu banyak,jadi
tidak perlu memakan waktu yang lama untuk menyusunnya.
Setelah
membantuku menyusun pakaian, keluargaku akan pulang. Aku sedikit terkejut
melihat mereka akan pulang sekarang kata mereka supaya sampai dirumah tidak
terlalu larut malam. Sebelum mereka akupun memeluk mereka semua, berat rasanya
hati untuk berpisah dengan mereka dan tak kusangka air mataku jatuh dan aku
segera menghapusnya tap ntah kenapa air itu seakan mengalir deras dan tak bisa
berhenti.
Abang
kutertawa saat melihatku menangis dan mamaku pun memelukku dan menyemangatiku. Aku
cukup terhibur. Dan kemudian merekapun pulang, tiba-tiba saja ada perasaan yang
berbeda. Disore seperti ini, biasanya aku berada dirumah,menonton televisi atau
baring ditempat tidur, tetapi sekarang aku berada ditempat asing dan jauh dari
keluarga. Tetapi, aku tidak mau memikirkannya. Lalu Aku dan Adikku pergi menuju
tempat untuk mandi.
Selesai
mandi, aku dan semua orang yang tinggal diasrama makan malam. Kupandangi
satu-satu orang didalam ruangan itu sangat asing bagiku, aku tidak begitu tau
asal mereka darimana dan kamipun berkenalan dan mencoba untuk menjalin
pertemanan. Tak lama bagi kami untuk saling mengenal, becanda dan bergembira
bersama. Gelak tawa terdengar memenuhi ruangan asrama.
Jam
sudah menunjukan 09.00, pertanda untuk jam tidur. Kami segera menuju ruang aula
untuk berdoa bersama. Selesai berdoa, kami semua naik keloteng untuk tidur.
Mataku
sulit untuk terpejam, aku merasa susah untuk tidur. Aku berpikir bagaimana
keluargaku dirumah? Apa yang sedang mereka lakukan saat ini? Aku teringat biasanya
aku, berkumpul bersama keluargaku, menonton televisi bersama, bercerita kepada
mama. Tetapi sekarang aku berada jauh dari mereka.
Aku tidak mengetahui kegiatan apa yang mereka
lakukan saat ini. Hati kecilku berteriak ingin pulang dan aku membayangkan jika
sekarang ada pintu doraemon yang bisa langsung tembus dirumahku. Aku sangat
merindukan mereka.
Keesokan harinya, aku
dan teman-temaku pergi kepasar untuk berbelanja dan makan siang. Sangat lucu
saat kami berjalan berbondong-bondong seperti anak bebek dan membawa kantong
plastik belanjaan yang lumayan banyak. Kami merasa bahagia.
Sebenarnya kami sangat
merindukan keluarga dirumah. Kami ingin pulang melepas rindu dihati. Tetapi
kami sadar, kami datang jauh-jauh dari berbagai daerah untuk mengenyam pendidikan
disini untuk mencari ilmu dan belajar.
Akhirnya, kami sepakat untuk membuat sebuah perjanjian. Selama tiga
tahun kami akan tetap bersekolah disini, tidak boleh ada yang pindah dan harus
tetap bersama-sama.
Ya, walaupun besarnya
rasa rindu kepada keluarga tetapi kami harus tetap tinggal diasrama, apabila
diantara kami ada yang tidak mampu kami akan saling memberi semangat. Tetapi,
pasti akan ada hal yang membuat salah satu dari kami untuk mundur dan pindah
sekolah. Termasuk adikku akan pulang keruamah dan tidak mampu lagi tinggal
diasrama.
Tinggal diasrama memang
tidak enak, mulai dari bangun tidur jam 4 subuh, sarapan pagi yang tidak enak,
tidak memegang alat komunikasi apalagi kalau mulai ada masalah seperti masalah
keuangan atau jath sakit. Pada saat itulah, aku merasa tidak ingin jauh dari
keluarga. Andaikan aku tidak jauh dari mereka, pastinya mereka ada didekatku
untuk membantu. Itu yang membuatku berpikir bahwa betapa pentingnya keluarga
didalam hidup.
Tinggal diasrama
mengajarkanku betapa pentingnya menjalin sebuah persahabatan. Mereka yang
menjadi teman yang akan menolong, dan menghibur disaat aku berada dalam
kesusahan kami selalu tolong menolong dan bergembira bersama-sama.
Teman-temanlah yang membuatku betah untuk tinggal diasrama.
Dan sekarang ku setuju
dengan pendapat temanku bahwa hidup diasrama itu susah, tetapi ada pula bahagia
karena aku pernah mengalami bagaimana rasanya tinggal diasrama.
Penulis
Maria
Agnesi Angi